MASSAGE
Kata massage Berasal
dari bahasa arab “mash” yang berarti,menekan dengan lembut,atau
dari Bahasa yunani “massien: yang berarti memijat atau melulut. Massage merupakan
salah satu manipulasi sederhana yang pertama tama ditemukan oleh manusia untuk mengeluselus rasa sakit. Hampir setiap hari manusia melakukanpemijatan
sendiri. Semenjak 3000 tahun sebelum masehi, massage sudah digunakan sebagai terapi.
Pada kawasan Timur Tengah massage merupakan salah satu pengobatan
tertua yang dilakukan oleh manusia. Massage adalah manipulasi pada lapisan otot superficial dan bagian otot yang
lebih dalam serta jaringan
ikat dengan menggunakan berbagai teknik. Massage digunakan untuk
membantu meningkatkan proses penyembuhan, menurunkan aktivitas
refleks otot,
menghambat rangsangan otor neuron, mengurangi spasma otot, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh dan meningkatkan
relaksasi (Karl dan crish, 2014)
Menurut Kalyani (2004) masase merupakan bentuk sentuhan
terstruktur dengan menggunakan tangan atau bagian tubuh yang lain seperti lengan atas
dan siku digunakan
untuk menggerus kulit dan memberikan tekanan pada otot-otot dalam. Massage memiliki kemampuan untuk mengubah tekstur
dan konsistensi kulit secara mekanis. Dengan manipulasi berulang dan dalam
jangka waktu lama, kulit bisa menjadi lebih kenyal, fleksibel, dan
elastis.
Efek dari dari massage berhubungan
dengan teknik yang digunakan.
a. Efek mekanis adalah efek yang
disebabkan oleh pergerakan jaringan secara fisik (mis., Kompresi, regangan,
dll.) Efek refleks adalah perubahan fungsi yang disebabkan oleh sistem
saraf.
b. Efek fisiologis melibatkan perubahan dalam
proses tubuh yang disebabkan oleh saraf, hormon, dan bahan kimia.
c. Efek psikologis adalah perubahan
emosional atau perilaku.
d. Efek psikoneuroimunologis adalah
efek yang mengubah kadar dan fungsi hormon melalui stimulasi sistem
neurohormonal.
Macam-macam Tehnik-tehnik dalam massage diantaranya
adalah Sweeping cross fiber, Compression broadening, Friction massage,
Deep longitudinal stripping, Static compression, Massage with passive
engagement, Massage with active engagement, Myofascial approaches dan
Stretching methods (Whitney Lowe. 2009).
Tjipto Soeroso (1983: 9) dalam bukunya yang
berjudul Ilmu Lulut
a.
Olahraga (Sports
Massage) menyatakan bahwa dalam perkembangannya, masase dapat dibedakan
menjadi beberapa macam, di antaranya adalah sebagai berikut: a. Sport massage
adalah masase yang khusus diberikan kepada orang yang sehat badannya, terutama
olahragawan karena pelaksanannya memerlukan
terbukanya hampir seluruh tubuh. Tujuan sport massage adalah: 1) Memperlancar
peredaran darah. 2) Merangsang persarafan terutama saraf tepi untuk
meningkatkan kepekaan rangsang. 7 3) Meningkatkan ketegangan otot dan
meningkatkan kekenyalan otot untuk meningkatkan daya kerja otot. 4) Mengurangi
atau menghilangkan ketegangan saraf dan mengurangi rasa sakit.
b. Segment massage adalah massage yang
ditujukan untuk membantu penyembuhan terhadap gangguan atau kelainan-kelainan
fisik yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Ada beberapa macam segment
massage salah satunya adalah masase terapi.
c. Cosmetic massage adalah massage yang
khusus ditujukan untuk memelihara serta meningkatkan kecantikan muka serta
keindahan tubuh berserta bagian- bagiannya. Macam-macam
manipulasi massage terapi dan tujuan dari tiap-tiap
manipulasi massage terapi untuk menangani kelelahan otot adalah
Menekan pada titik akupresur, Friction (menggerus),Strocking,Effleurage, Traksi(tarikan), Effleurage,Tappotement,Vibrasi.
Pada umumnya massage pertandingan dilakukan secara cepat dalam durasi yang pendek (10-15 menit) dan ditujukan pada kelompok otot
yang besar.Menurut Moraska (2005:370) fungsi dan kerja massage sebelum,
pada saat dan sesudah pertandingan terdapat pada tabel berikut.
Tabel 2.2 Fungsi Massage sebelum, saat dan Sesudah
pertandingan
(Moraska
2005:370)
|
Sebelum
pertandingan
|
Mengurangi
resiko cedera,
Meningkatkan kesiapan fisik
Meningkatkan rilaxasi psikis
|
|
Saat pertandingan
|
Mempertahankan stabilitas fisik , biologis, dan biologis selama
pertandinganyang dilakukan secara berturur-turut dalam jangka waktu pendek.
|
|
Sesudah pertandingan
|
Mempercepat proses pemulihan
Memperbaiki kerusakan, cedera maupun, gangguan yang terjadi
setelah olahraga.
|
a.
Massage Sebelum Pertandingan
Massage sebelum pertandingan (pre-event massage) merupakan
jenis Massage yang digunakan sebagai pelengkap dari kegiatan
pemanasan atlet untuk meningkatkan sirkulasi peredaran darah dan limfe serta
untuk mengurangi ketegangan otot, maupun nyeri akibat dari munculnya DOMS. Massage jenis
ini dilakukan beberapa saat sebelum kompetisi (Hemmings 2001: 165). Massge sebelum pertandingan dilakukan idealnya
dilakukan selama 10-15 menit. Massage dengan intensitas ringan
dan jangka waktu terlalu lama justru akan menurunkan kemampuan kontraksi otot. Hemmings (2000:109)
mengemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan pada massage sebelum
pertandingan adalah sebagai berikut :
1) Gunakan teknik massage sesuai
dengan tujuan kompetisi.
2) Massage ditujukan untuk menimbulkan
hyperimia jangka panjang.
3) Massage diawali dengan intensitas
ringan kemudian secara bertahap ditingkatkan tekanan dan kecepatannya.
4) terapis tidak diperkenankan
untuk memeberikan komentar negatif kepada atlet untuk mencegah turunnya mental atlet.
5) Apabila ditemukan terjadi
cedera, kekakuan otot yang sangat, hal ini sebaiknya dikemukanan terlebih dulu
pada pelatih untuk ditindaklanjuti oleh pelatih
6) Waktu massage memeperhitungkan
waktu terjadinya kompetisi, sebagai contoh bila kompetisi akan dimulai dalam 30
menit, massage dilakuakan secara singkat (5-10 menit) sehingga
masih terdapat waktu untuk pemanasan.
7) Pada olahraga endurance,
teknik masase ditujukan untuk fleksibilitas.
8) Pada olahraga dengan kebutuhan
kekuatan, target masase adalah otot spesifik.
b. Massage Pada
Pertandingan.
Massage dalam pertandingan dilakukan diantara event olahraga yang dilakukan secara
berturut-turut pada durasi waktu yang pendek (inter workout-recovery) (Bestet al.2008: 446). Pada keadaan ini, terapis mengidentifikasi tempat terjadinya ketegangan otot maupun
gangguan lainnya yang terjadi selam kompetisi.
Pada dasarnya perlu dilakukan berbagai jenis
teknik massage untuk meningkatkan proses pemulihan,
meningkatkan potensi stabilitas kapasitas aerobic dan anaerobik serta
mengurangi resiko cedera (Cafarelliet al.1992:8) Massage intra-ven takan membantu meningkatkan fleksibilitas dan
biasanya dilakukan pada waktu jeda antar set pertandingan. Massage jenis ini hanya dilakukan selama 10
menit dan dikerjakan pada area otot yang banyak dipergunakan oleh atlet
(Cafarelliet al.1992: 8).
c. Massage Sesudah Pertandingan.
Massage sesudah pertandingan dilakukan beberapa saat
setelah pertandingan dengan tujuan mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan pembuangan sisa
metabolisme yang terjadi setelah kerja fisik dengan intensitas tinggi. Selain
itu dilakukan juga upaya untuk mengurangi nyeri paska latihan yang terjadi
segera maupun beberapa saat setelah kerja fisik, memelihara jangkauan sendi dan
meningkatkan peredaran darah dan limfe pada otot yang mengalami Ketegangan (Hemmingset al.2000: 109).
Penelitian membuktikan bahwa penggunaan Massage setelah
pertandingan mengurangi waktu pemulihan dan secara bermakna dapat mencegah
nyeri setelah pertandingan (DOMS: delayed onset of muscle soreness)
(Hilbert et al.2003: 72). Massage setelah pertandingan dilakukan setelah dilakukan
fase pendinginan dan stretching.
Manfaat dari Massage post-even tmembantu
mempercepat pemulihan otot untuk dapat kembali pada keadaan rileks dan
istirahat. Massage pada keadaan ini terjadi peningkatan balikan
darah vena (venous return) sehingga dapat meningkatkan proses
pembersihan sisa metabolisme. Pada keadaan ini, terapis juga dapat
mengidentifikasi adanya titik-titik nyeri yang timbul akibat kerja dengan
intensitas tinggi. Massage setelah pertandingan biasanya
dilakukan sekitar 10 sampai 15 menit.